Kamis, 25 November 2010

Tugas ISD (6)



Tsunami Mentawai 
Dunia berduka kembali setelah terjadinya goncangan tsunami yang terjadi di Mentawai, tsunami yang berkekuatan lebih dari 7 skala richter.

Korban akibat tsunami tersebut ternyata bukan hanya warga di sekitar tempat tersebut melainkan banyak warga asing juga, dan kabarnya ada sekitar sembilan orang peselancar yang ikut menjadi korban tsunami tersebut.

Mereka dinyatakan hilang setelah kapal yang ditumpanginya itu diterjang gelombang pasang tsunami, saat kejadian tersebut para peselancar tersebut sedang berada di Mentawai untuk berselancar.

Menurut kabar yang didapat dari korban yang selamat, dua kapal yang ditumpangi warga Australia birtu berbenturan setelah diterjang gelombang tsunami sampai, sampai kedua kapal tersebut terbakar sampai penumpangnya hilang, dan sampai sejauh ini belum ada kabar tentang korban tersebut.

Dan sejauh ini korban diperkirakan sudah mencapai puluhan orang dan masih banyak ratusan orang yang belum ditemukan, akibat bencana tsunami tersebut.


Pendapat :
Tsunami adalah kejadian alam yang tidak bisa dihindari, tetapi hanya bisa di minimalisasi untuk korbannya.

Solusi :
Melakukan deteksi dini untuk mengetahui ada atau tidaknya gelombang tsunami agar korban yang berjatuhan tidak terlalu banyak dan harus menjaga kekayaan alam yang kita miliki.


Septiana Rismala
16110472
1 KA 31

Selasa, 23 November 2010

Tugas ISD (5)


REPUBLIKA.CO.ID,Korban meninggal dunia akibat bencana erupsi Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah menurut laporan terakhir 116 orang.
"Korban meninggal dunia sebanyak itu berasal dari satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan tiga kabupaten di Jawa Tengah (Jateng)," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif di Yogyakarta, Sabtu.
Syamsul Maarif melaporkan hal itu usai rapat kabinet terbatas tentang tanggap darurat bencana Merapi yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.
Menurut dia, satu kabupaten di DIY adalah Sleman dengan korban meninggal dunia sebanyak 104 orang, sedangkan tiga kabupaten di Jateng yaitu Magelang, Boyolali, dan Klaten masing-masing tujuh, tiga, dan dua orang.
"Selain korban meninggal dunia, juga ada korban luka-luka yang berjumlah 218 orang. Di Sleman ada 147 orang, Klaten 57 orang, dan Magelang 14 orang, sedangkan di Boyolali belum ada laporan korban luka-luka akibat erupsi Merapi," katanya.
Ia mengatakan, pengungsi korban bencana erupsi Merapi mencapai 198.000 orang, meliputi Sleman sebanyak 56.000 orang, Kabupaten Magelang (62.000), Kota Magelang (2.000), Klaten (40.000), dan Boyolali (30.000).
"Tempat pengungsian selama ini selalu berubah karena menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada. Penempatan pengungsi di Stadion Maguwoharjo Sleman cukup memadai, karena bisa menampung sekitar 30.000 orang, dan mereka dapat terpenuhi kebutuhannya secara layak," katanya.
Menurut dia, langkah yang akan diambil BNPB dalam waktu dekat adalah memenuhi kebutuhan air bersih, mandi, cuci, dan kakus (MCK), tikar, selimut, dan tenda.
"Para pengungsi ketika mengungsi ke radius 20 kilometer dari puncak Merapi meninggalkan barang seperti tikar, selimut, dan tenda, sehingga di tempat pengungsian yang baru kebutuhan itu harus dipenuhi," katanya.
Ia mengatakan, masyarakat diminta tetap berada di lokasi pengungsian karena status Merapi masih awas. Anggota TNI dan Polri akan tetap melakukan patroli seperti biasa di titik-titik rawan untuk mencegah pengungsi kembali ke rumah.
"Kami juga akan membangun sistem informasi terpusat yang dibantu relawan Forum Risiko Bencana (FRB) sebanyak 380 orang untuk memudahkan arus informasi," katanya.


Pendapat :
Bencana Gunung Merapi adalah suatu fenomena alam yang tidak bisa diprediksi, tetapi seharusnya warga dan pemerintah tepatnya BNPB dapat melihat tanda-tanda kalau Gunung Merapi akan meletus.

Solusi :
Dibuat tim yang dapat membaca gelagat Merapi akan meletus agar tidak banyak adanya korban jiwa.


Septiana Rismala
16110472
1 KA 31

Tugas ISD (4)

Gempa bumi Sulawesi Barat 2010
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gempa bumi Sulawesi Barat 2010 terjadi pada 16 Juni 2010 pukul 07:52 waktu lokal di Mamuju, Sulawesi Barat dengan kekuatan 5,1 Skala Richter. Gempa terjadi di kedalaman 10 km di 91 km Barat Daya Palu, Sulawesi Tengah.

Gempa bumi ini menyebabkan satu orang tewas di Desa Kasano, Kecamatan Baras, sementara korban terluka sebanyak 135 orang, sebagian besar luka ringan, dan enam korban lainnya mengalami patah tulang. Akibat gempa ini menyebabkan 94 rumah rusak ringan hingga berat. Gempa bumi ini juga menyebabkan terjadinya lubang semburan gas di Kecamatan Baras.


Pendapat :
Gempa bumi yang terjadi karena adanya pergeseran lempeng bumi yang mengakibatkan getaran besar yang juga menyebabkan jatuhnya korban yang tidak sedikit.

Solusi :
Bersama-sama kita saling bahu membahu untuk memberikan bantuan pada saudara-saudara kita yang terkena bencana gempa.

Septiana Rismala
16110472
1 KA 31